• SMK AUTO MATSUDA
  • Nasionalis, Religius

Peran Guru Dalam Mengaktualisasikan Nilai-nilai Pancasila Untuk Menyongsong ‘New Normal”

Maleber - 1 Juni merupakan tanggal sakral bagi Indonesia, di mana idoelogi bangsanya lahir dan selalu di peringati sebagai Hari Lahirnya Pancasila. Namun peringatan pada tahun ini, sepertinya tidak menggema seperti tahun sebelumnya. Bukan karena segenap masyarakat Indonesia dan penyelenggara negara, lupa atau pun alpa. Seperti yang kita rasakan bersama, tahun ini kita menghadapi pandemi yang sama, bernama virus covid-19 (corona). Kita harus mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan protokoler kesehatan dan sosial yang ketat seperti jaga jarak, jaga kebersihan, social distancing, menggunakan masker, stay at home dan kurangi mobilitas manusia.

Akhirnya penerapan tekhnologi menjadi kuncinya. Belajar, seminar, rapat dan pertemuan lainnya seperti halal bihalal menggunakan aplikasi tekhnologi sehingga tercapai tujuannya dengan pendekatan yang berbeda.

Peringatan lahirnya Pancasila pada tahun ini dilaksanakan secara mayoritas dengan tidak mengadakan upacara.

Ini bukan berarti kita telah menghilangkan makna kelahirannya. Bahkan kita harus lebih menginternalisasikan dan memperibadikan nilai-nilai Pancasila sebagai bagian terpenting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun pertanyaannya? mampukah guru mengaktualisasikan nilai-nilai pancasila dalam menyongsong “New Nomal” di dunia pendidikan?”

Sebagai bagian dari guru, kita akui ini merupakan tantangan terbesar dalam melakukan Kegiatan Belajar Mengajar di masa pandemi seperti ini. Bagaimana guru bisa tetap aktif melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) salah satunya dengan melakukan pembelajaran secara daring (online). Sudah hampir 3 bulan semua sekolah melalukan pembelajaran daring ini. Sistem pebalajaran daring ini tidak mengurangi kualitas dan produktivitas guru dalam mencerdasakan anak bangsa. Dalam setiap pembelajaran guru bisa menerapan nilai-nilai pancasila di masa pemberlakuan new normal. Misalnya menerapkan nilai kejujuran yakni dengan cara guru membuat instrumen dan pola pembelajaran yang mampu dan bisa mengetahui anak itu jujur atau tidak dalam melaksanakan tugasnya.

Salah satu nilai pancasila yang lainnya bisa diterapkan dalam pendidikanya itu nilai kedisiplinan, bagaimana siswa mengikuti kegiatan daring sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh pihak sekolah. selain itu siswa juga dituntut untuk disiplin dalam mengumpulkan tugas sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh setiap guru matapelajaran.

Dalam situasi seperti apapun guru, siswa dan orang tua harus saling bekerjasama dalam kegiatan pembelajaran daring.

Karena Pada prinsipnya belajar itu wajib dilakukan dimanapun dan kapanpun. Peran guru dalam menerapkan nilai-nilai pancasila harus betul-betul dilaksanakan walaupun dalam situasi dan kondisi pandemi.

Apa yang dapat dilakukan guru dalam Mengaktualisasikan nilai nilai Pancasila dalam era "new normal" dalam kegiatan pendidikan? Rinci dalam sila sila pancasila :

Sila pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa

Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang bertuhan, mengakui adanya Tuhan sebagai pencipta alam semesta .semenjak zaman prasejarah bangsa Indonesia telah mengenal yang bersifat lebih kuasa dari pada manusia secara umumnya mulai dari kepercayaan Animisme Dinamisme Hindu Buddha hingga datangnya Kristen dan Islam pada abad 7 sampai 13 hingga saat ini agama di Indonesia berkembang beberapa agama yang di akui secara hukum yaitu Islam, Hindu, Buddha, Kristen, Katholik. Indonesia bukan Negara Ateis yang tidak mengakui adanya tuhan setiap warga Negara Indonesia berhak memilih agama sesuai dengan keyakinannya masing masing , namun Negara tidak memiliki hak sedikitpun untuk memengaruhi keyakinan yang ada dalam masyarakat ,kebebasan beragama telah di jamin baik dalam Undang Undang HAM maupn UUD.

Sila kedua : Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

Kemanusiaan berarti sikap atau perasaan menghargai adanya keberadaan orang lain , Adil berarti menjalankan suatu hukum atau peraturan bisa juga Hak dan Kewajiban sesuai dengan porsinya ,sebagai rakyat Indonesia yang menjadikan pancasila sebagai falsafah bangsa maka harus menciptakan rasa kesadaran untuk senantiasa bersikap adil baik dalam berbangsa ataupun bernegara. Adil dalam artian bangsa berbuat terhadap sesama warga Negara sesuai dengan norma hukum yang ada. Adil dalam pengertian Negara maksudnya pemerintah sebagai wakil rakyat harus menjamin atau melaksanakan atau amanah berupa kepercayaan yang di berikan untuk menjalankan pemerintahan, baik pemerintah ataupun masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk mengamalkan hal terebut .

Sila ketiga : Persatuan Indonesia

Negara Indonesia adalah Negara kesatuan yang artinya seluruh wilayah Indonesia berada dalam satu pemerintahan pusat walaupun masing-masing daerah memiliki Hak Otonomi atau Hak untuk menjalankan pemerintahannya namun pemerintahan utama tetap ada di tangan pemerintahan pusat, Indonesia yang terdiri dari belasan ribu pulau ratusan suku bangsa harus tetap di jaga kesatuannya supaya tidak terpecah belah ,Pancasila ini sebagai media Pemersatu bangsa karena salah satu isinya yaitu sila persatuan Indonesia , Negara Indonesia dapat merdeka karena pendahulu pendahulu kita dapat bersatu diatas banyaknya pebedaan namun dengan satu tujuan yang sama yaitu Indonesia merdeka , hasilnya kita bisa kita rasakan hingga saat ini, sebagai generasi penerus sudah selayaknya kita jaga hal tersebut demi persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Sila keempat : Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

Rakyat Indonesia dalam menyampaikan inspirasinya di wakilkan oleh DPR ataupun MPR Tugasnya adalah menyampaikan aspirasi rakyat yang menjadi perwakilannya, dalam menyelesaikan suatu permasalahan masyarakat Indonesia mengutamakan cara cara musyawarah dengan prinsip kekeluargaan .

Sila kelima : Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Keadilan sosial berarti Negara menjamin Hak Hak sosial rakyatnya yaitu hak hak hidup berserikat dan berkumpul persamaan di muka hukum serta hak dasa lainnya , Negara dalam UUD pasal 27 ayat 3 menyebutkan bahwasannya bumi air dan segala sesuatu yang terkandung di dalamnya di kuasai oleh Negara dan digunakan untuk ke sejahteraan rakyat .

 

Penulis Lesy Widya P, S.Pd

Guru SMK Auto Matsuda

Ketua BKK SMK Auto Matsuda

 

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Pelantikan Kesenioran Paskibra SMK Auto Matsuda

Maleber - Ekstrakulikuler Paskibra SMK Auto Matsuda adakan Pelantikan Kesenioran Paskibra, Sabtu (18/07/2020) bertempat di halaman sekolah. Tujuan kegiatan ini sendiri adalah 

Dilihat :1kali 18/07/2020 09:31 - Oleh ICTcenter
Awas Berita HOAX

Maleber - Sering kali kita ingin jadi orang yang pertama mengetahui dan menyebarkan informasi yang kita anggap penting ke orang lain, Terutama orang terdekat agar mereka berhati-hati. &

Dilihat :1kali 17/07/2020 21:46 - Oleh ICTcenter
Penutupan MPLS SMK Auto Matsuda Live Youtube.

Maleber - Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) Auto Matsuda menggelar masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) sekitar 300 lebih siswa baru atau peserta didik baru selama sepekan sejak, Seni

Dilihat :1kali 16/07/2020 09:01 - Oleh ICTcenter
SMK Auto Matsuda Gelar MPLS Secara Daring

Maleber - Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) yang dimulai Senin 13 Juli 2020 diselenggarakan secara daring di sekolah yang masuk zona kuning Covid-19. Siswa baru akan m

Dilihat :1kali 16/07/2020 08:54 - Oleh ICTcenter
Pemberitahuan Awal Masuk Sekolah SMK Auto Matsuda.

Assalamualaikum wr.wb Dalam rangka menghadapi tahun ajaran baru 2020-2021 dan masih dalam pencegahan penyebaran virus Covid -19, Maka dari itu kami memberikan informasi mengenai Kegiata

Dilihat :1kali 12/07/2020 12:06 - Oleh ICTcenter