• SMK AUTO MATSUDA
  • Where Tomorrow's Leaders Come Together

Menggapai Keberkahan Lailatul Qadar di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh : H.T Mamat Robby Suganda, M.AP

Ketua Dewan Pembina Yayasan Raihan Matsuda

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa, penuh berkah dan berlimpah keutamaan. Di bulan ini juga terdapat malam seribu bulan yakni Malam Lailatul Qadar yang dapat kita gapai. Banyak orang berlomba—lomba untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar, namun dengan kondisi sekarang yakni adanya pandemi Corona virus Disease 2019 (Covid-19) telah membuat umat muslim dilarang beribadah di mesjid tidak seperti tahun-tahun lalu yang selalu ramai. Namun kemuliaan Lailatul Qadar bisa tetap diraih meskipun masyarakat sejak awal ramadhan dianjurkan untuk beribadah di rumah.

Menggapai malam kemulian ini merupakan cita-cita yang didambakan oleh setiap umat muslim di bulan suci Ramadhan baik dari remaja, pemuda, bahkan orang tua sekalipun. Banyak sekali pesiapan yang harus dilakukan untuk memburu malam kemuliaan seperti persiapan jiwa, fisik, spiritual, ilmu dan harta. Malam Lailatul Qadar harus diburu dan diupayakan dengan usaha kerja keras dalam mendapatkannya, karena malam kemuliaan ini tidak akan menghampiri mereka yang tidak menginginkannya.  Ada beberapa persiapan yang harus diupayakan diantaranya.

Pertama adalah persiapan fisik. Persiapan fisik penting karena selama kita beribadah melibatkan fisik atau badan kita. Kesehatan fisik sangat mendukung sekali terhadap kondisi seorang muslim dalam berpuasa searian, berdiri melaksanakan shalat, duduk berlama-lama ketika membaca Al-Qur’an dan berzikir serta berdo’a kepada Allah SWT sehingga akan lebih khusuk jiga fisik badan kita terjaga dan sehat.

Kedua Persiapan Jiwa. Persiapan ini dillakukan dengan cara mensucikan jiwa. Pembersihan jiwa ini bertujuan untuk membersihkan dosa besar dan dosa kecil agar jiwa dapat diajak untuk melaksanakan ibadah dan ketaatan atas perintah Allah dan Rasullallah dengan cara bertobat sebenar-benarnya. Denagn kita terlepas dari dosa yang terlahir dari nafsu jahat dalam diri dan terpancar dari anggota tubuh kita. Allah SWT selalu memberikan peluang kepada setiap hamba-Nya untuk bertobat selama masih hidup.

Ketiga adalah persiapan spiritual, yaitu memposisikan diri untuk taat dalam beribadah. Dalam melaksanakan ibadah tidak hanya sekedar mnggugurkan kewajiban tapi juga dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan melaksanakan kewajiban shalat lima waktu bersama sunnahnya, tilawah Al-Qur’an, berzikir, dan berdo’a kepada Allah SWT.

Keempat Persiapan ilmu. Dalam menjalankan ibadah harus dengan berdasarkan ilmu karena dapat menjadikan ibadahnya berkualitas. Ilmu yang diamalkan dalam bentuk ibadah dapat menjadikan derajat pemiliknya terangkat di sisi Allah SWT dengan beberapa derajat sesuai dengan Firman Allah SWT dalam Surat Al Mujadillah Ayat 11 yang artinya : “Allah akan mengangkat derajat) orang-orang beriman diantara kamu dan orangorang yang diberi ilmu beberapa derajat.”

Dalam meraih keberkahan malam Lailatull Qadar harus juga disertaidengan ilmunya, yaitu kita mengetahui dan bagaimana RasulullahSAW memberi contoh kepada kita, seperti malam Lailatul Qadar berada di sepuluh malam hari terakhir Ramadhan, tepatnya pada malam-malam ganjilnya. Sengaja dirahasiakan kapan waktunya agar kita semua berburu dan menghidupkan sepuluh malam terakhir ramadhan.

Kelima persiapan harta. Dengan ketercukupan harta dapat membantu kita dalam melaksanakan ibadah dengan lebih khusu serta tidak terburu-buru dengan tuntutan pekerjaan yang membebani. Oleh karena itu, dengan posisi kita di rumah, maka kemuliaan malam lailatul Qadar ini bisa kita gapai dengan keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT yaitu dengan melaksanakan ibadah wajib dan sunnah pada setiap malamya bersama keluarga di rumah.  Semoga kita adalah termasuk yang mendapat malam kemuliaan yang telah dijanjikan oleh Allah SWT. Aminnn

 

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H

Seluruh Civitas Akademika SMK Auto Matsuda mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Mohon Maaf Lahir & Batin.  

Dilihat :1kali 24/05/2020 11:50 - Oleh ICTcenter
Tersentuh Kisah Pilu 'Manusia Kayu' TIM Auto Peduli Sambangi Kediamannya.

Maleber – Teti Darmiati (32) masih terbaring lemas di tempat tidur menahan beban sakit seluruh badanya yang kaku tanpa bisa digerakan. Beliau adalah salah satu warga Dusun 4 Patar

Dilihat :1kali 21/05/2020 12:08 - Oleh ICTcenter
Belajar Matematika itu Mudah

Belajar itu Proses Untuk Menjadi Bisa, dari tidak bisa pasti akan bisa jika kita mengikuti Proses Pembelajaran dengan sebaik mungkin. Tidak ada yang tiba-tiba pintar, semua memerlukan p

Dilihat :1kali 21/05/2020 11:52 - Oleh ICTcenter
Pengalaman Pertama Jadi Guru

Ini sebenarnya hanya cerita lama namun saya mencoba untuk kembali mengingat pengalaman pertama menjadi seorang guru. Pengalaman yang tak sesuai dengan teori dan PPL saya sewaktu masih d

Dilihat :1kali 20/05/2020 20:43 - Oleh ICTcenter
Peduli Covid -19, SMK Auto Matsuda Berbagi Kepada Warga

Maleber – Dampak pandemi covid-19 sangat terasa untuk masyarakat kalangan bawah khususnya. Banyak dari mereka kehilangan pekerjaan, pendapatan berkurang, bahkan menganggur tanpa p

Dilihat :1kali 20/05/2020 19:44 - Oleh ICTcenter